Tujuan Uji Emisi Mobil untuk Lingkungan dan Masyarakat Luas

Masifnya pencemaran udara membuat pemerintah menggalakan untuk melakukan uji emisi. Pengujian emisi adalah salah satu cara yang dilakukan untuk mencegah pencemaran udara yang semakin parah. Merlakukan uji emisi dengan adanya memeriksa kelayakan dari objek yang telah diuji dengan adanya menggunakan alat khusus untuk mengetahui kada polutan atau gas buang yang dikeluarkan.

Apakah Anda sudah mengenal uji emisi mobil? Anda mungkin bukan hanya sudah mengenalnya, tetapi sudah melakukannya untuk kendaraan pribadi. Lulus atau tidak ujinya tergantung dari kondisi mesin kendaraannya secara keseluruhan.

Oleh karenanya, para pemilik kendaraan roda empat harus sangat memperhatikan kondisi mesinnya agar emisi atau gas buangnya tidak melampaui ambang batas. Jika ternyata melampauinya dan tidak lulus, siap-siap saja mendapatkan tilang dari pihak atau instansi terkait.

Mengenal Uji Emisi Mobil Lebih Dekat

Informasinya mulai dari emisi yang artinya gas buang. Lebih spesifiknya, yaitu gas buang yang dikeluarkan dari knalpot kendaraan bermotor, seperti mobil atau sepeda motor. Gas tersebut beracun bagi makhluk hidup karena mengandung karbon monoksida. Jenis gas sebagai salah satu penyebab polusi udara hingga menyebabkan pemanasan global (Global Warming). Oleh karenanya, produksi emisi gas harus dibatasi dan kalau bisa dihilangkan. Tentu saja dimulai dari kendaraan bermotornya sendiri.

Untuk meminimalisir gas buang dari asap kendaraan bermotor, pemerintah melalui dinas terkait menggalakkan uji emisi. Uji tersebut bertujuan untuk mengetahui sekaligus memberikan sanksi kepada pemilik kendaraan bermotor tentang gas buang yang dihasilkannya. Khususnya kendaraan roda empat yang memiliki emisi gas lebih banyak, sehingga menjadi target utama. Dengan begitu, uji emisi mobil menyasar semua kendaraan roda empat yang dikendarai di jalan raya. Jika lulus ujinya, silahkan melanjutkan perjalanan dengan nyaman.

Namun jika tidak lulus ujinya, pastinya petugas dari dinas terkait akan memberikan sanksi. Mulai dari peneguran, sanksi disipilin, hingga penilangan dan harusnya didenda dengan nominal uang tertentu. Anda sekalian para pemilik mobil pastinya tidak ingin ditilang, bukan? Maka dari itu, usahakan agar selalu berhasil saat uji emisi mobil dilakukan. Terutama yang berdomisili di kota-kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan lainnya.

Bagi pemilik mobil baru atau keluaran beberapa tahun belakangan ini, tentunya tidak perlu mengkhawatirkan ujinya. Berbeda dengan Anda yang mengendarai kendaraan roda empat keluaran tahun 2000 atau bahkan jauh sebelumnya. Tidak menutup kemungkinan gas buangnya berlebihan karena mesin mobilnya juga sudah tua. Dengan begitu, pemakaian bahan bakar lebih boros, sehingga emisi yang dikeluarkan dari knalpot berlebihan. Jika seperti itu, tentu tidak lulus uji emisinya.

Apa Tujuan Melakukan Uji Emisi Mobil?

Ada beberapa tujuannya yang harus diketahui oleh para pemilik mobil di Indonesia. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir, gusar, atau berprasangka buruk dulu karena tujuannya demi kebaikan bersama.

Lalu, apa saja tujuan dari kegiatan uji emisi mobil? Berikut informasinya yang bisa Anda baca dan ketahui.

  1. Mengukur Kualitas Udara

    Kaitannya dengan tingkat polusi di kota atau wilayah tertentu terutama dari penyebab gas buang kendaraan bermotor. Mobil merupakan salah satu penyumbang emisi hingga bisa menyebabkan tingkat polusi udara tinggi.

    Oleh karenanya, gas buangnya perlu dikendalikan dengan melakukan uji emisi mobil secara teratur. Semakin tinggi tingkat kelulusan uji emisi kendaraan bermotor di suatu daerah tertentu, berarti semakin rendah tingkat polusinya.

    Terutama di wilayah perkotaan yang begitu banyak penduduknya memiliki dan megendarai kendaraan bermotor. Khususnya mobil yang juga menjadi penyebab kemacetan di jalan raya karena jumlahnya sangat banyak.

  2. Mengukur Tingkat Konsumsi Bahan Bakar

    Tujuan uji emisi mobil berikutnya, yaitu mengetahui tingkat konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Maksudnya, semakin banyak dan tinggi gas buang mobil, maka dipastikan membutuhkan BBM juga lebih banyak.

    Dengan tingkat konsumsi seperti itu, pemilik mobilnya perlu menyediakan budget uang lebih banyak untuk membeli BBMnya. Padahal pemerintah dalam skala nasional sudah mengkampanyekan penggunaan kendaraan irit bahan bakar.

    Selain boros BBM dan pengeluaran uang, juga menyebabkan polusi udara semakin buruk. Oleh karenanya, diadakan uji emisi untuk mengontrol gas buang yang mempengaruhi beberapa bidang kehidupan manusia.

  3. Efisiensi Mesin Mobil

    Mesin kendaraan roda empat yang masih bagus tentu saja tidak akan menghasilkan atau memproduksi emisi gas banyak. Efisiensi mesinnya yang tidak membutuhkan konsumsi bahan bakar terlalu banyak.

    Dengan begitu, sistem pembakaran di dalam mesinnya bekerja optimal menjadikan performanya berkualitas bagus. Efiensi mesin kendaraan seperti itu tentu saja berlaku untuk produk keluaran terbaru. Lalu, bagaimana dengan mobil produksi tahun lama?

    Asalkan mau merawat mesin mobilnya rutin dalam bentuk servis secara teratur. Hal tersebut sudah lebih dari cukup menjadikan mesinnya tetap berkualitas bagus. Sebuah tanggung jawab tersendiri bagi pemilik mobil di Indonesia.

  4. Menghemat Budget Uang

    Tujuan uji emisi mobil lainnya, yaitu menghemat uang. Hemat BBM untuk mobil sama dengan menghemat uang untuk membelinya. Mesin kendaraan roda empat yang masih bagus pastinya bisa mengirit BBM.

    Jika bisa mengiritnya, sama saja Anda sebagai pemiliknya cukup mengeluarkan uang sedikit untuk membeli bahan bakarnya. Selain lebih irit bahan bakar dan menghemat uang, mampu mengurangi tingkat polusi udara. Oleh karenanya, mengikuti uji emisi memang sangat direkomendasikan.

    Jadi, gas buang kendaraan yang ternyata berkaitan dengan polusi udara dan penghematan BBM serta budget uang. Maka dari itu, kegiatan uji emisi mobil memang sangat bermanfaat untuk masyarakat umum.