Christopher Columbus terkenal sebagai penemu pertama benua Amerika pada tahun 1493. Faktanya, tak banyak yang tahu kalau penemu Amerika ternyata bukan dirinya, lho. Jauh sebelum Columbus, benua Amerika sudah ditemukan pada tahun 1021.
Lantas, siapa penemu pertama benua Amerika yang sebenarnya? Yuk, cek pembahasannya di bawah ini.
Siapa Penemu Pertama Benua Amerika Sebelum Columbus?

Berikut beberapa penemu pertama benua Amerika yang bisa Anda ketahui, antara lain:
1. Bangsa Viking (1021)
Penemu pertama benua Amerika sebenarnya adalah bangsa Viking. Hal ini sesuai dengan penemuan arkeologis pada abad ke-20. Bukti-bukti kuat menunjukkan bahwa bangsa Viking, yang berasal dari Skandinavia, telah mencapai daratan Amerika sekitar tahun 1021 Masehi.
Seorang pemimpin Viking bernama Leif Erikson, putra dari Erik the Red, diyakini sebagai orang Eropa pertama yang mendarat di wilayah yang kini dikenal sebagai Newfoundland, Kanada.
Situs arkeologi L’Anse aux Meadows di Newfoundland menjadi bukti nyata keberadaan permukiman Viking di benua Amerika. Pada 2021, para ilmuwan berhasil mengidentifikasi usia kayu di situs tersebut yang ditebang dengan alat logam, sebuah teknologi yang hanya digunakan oleh bangsa Viking pada waktu itu.
Penanggalan radiokarbon dari artefak di sana mengungkap bahwa permukiman itu sudah ada sejak tahun 1021, hampir 500 tahun sebelum Columbus tiba di Kepulauan Karibia.
Dengan bukti tersebut, banyak sejarawan kini mengakui bahwa bangsa Viking adalah penemu pertama benua Amerika dari dunia luar yang terdokumentasi secara ilmiah.
2. Cheng Ho (1421)
Nama Cheng Ho atau Zheng He mulai mencuat dalam narasi alternatif sejarah penemuan Amerika sejak diterbitkannya buku “1421: The Year China Discovered America” oleh Gavin Menzies.
Dalam buku kontroversial itu, dikemukakan bahwa armada besar Tiongkok di bawah pimpinan Cheng Ho telah menjelajahi hampir seluruh samudra. Termasuk Samudra Pasifik dan bahkan menyentuh pesisir benua Amerika pada tahun 1421.
Cheng Ho adalah seorang laksamana Muslim dari Dinasti Ming yang memimpin tujuh ekspedisi maritim besar antara 1405 hingga 1433. Armada yang ia pimpin terdiri dari ratusan kapal besar yang disebut “junks“, dan mengarungi wilayah Asia Tenggara, India, Timur Tengah, hingga pantai Afrika Timur.
Meski teori tentang Cheng Ho mencapai Amerika belum mendapat konsensus di kalangan akademisi arus utama. Namun, kisah ini tetap menarik dan memunculkan pertanyaan, salah satunya mungkinkah Tiongkok telah menjelajahi Dunia Baru sebelum bangsa Eropa?
3. Christopher Columbus (1492/1493)
Christopher Columbus menjadi tokoh sentral dalam sejarah penjelajahan dunia, meskipun bukan tokoh penemu pertama benua Amerika. Pada tahun 1492, Columbus berlayar dari Spanyol menuju barat dengan tujuan menemukan jalur laut ke Asia. Namun, yang ia temukan adalah daratan yang belum terkenal luas oleh bangsa Eropa, yakni Kepulauan Bahama dan wilayah Karibia.
Barulah pada tahun 1493, dalam pelayaran keduanya, Columbus lebih jauh menjelajahi Karibia dan mendirikan koloni pertama di Hispaniola (sekarang Haiti dan Republik Dominika). Ia tidak pernah menyadari bahwa dirinya telah “menemukan” benua baru, karena menurutnya, tanah yang ia datangi masih bagian dari Asia Timur.
Meskipun demikian, pelayaran Columbus membuka jalan bagi gelombang eksplorasi Eropa yang masif ke benua Amerika. Oleh karena itu, ia tetap dianggap sebagai tokoh penting dalam pembentukan dunia modern, meski bukan penemu pertama benua tersebut.
4. Amerigo Vespucci (1499)
Amerigo Vespucci adalah seorang penjelajah asal Italia yang menjadi bagian dari ekspedisi penjelajahan pesisir Amerika Selatan pada akhir abad ke-15. Pada tahun 1499, Vespucci mulai menyadari bahwa wilayah yang dijelajahi Columbus dan penjelajah lainnya bukanlah bagian dari Asia, melainkan benua baru yang sama sekali berbeda.
Dalam surat-suratnya kepada bangsawan Eropa, Vespucci menjelaskan secara rinci tentang geografi, budaya, dan ekosistem yang sangat berbeda dari Asia. Atas jasanya dalam menyadarkan dunia Eropa bahwa benua baru telah ditemukan, seorang kartografer Jerman bernama Martin Waldseemüller kemudian menamai wilayah itu sebagai “America“, untuk menghormati Vespucci.
Meskipun Vespucci bukan penemu Amerika, ia adalah tokoh penting dalam memberi identitas benua tersebut.
Sejarah Penemuan Benua Amerika yang Menarik untuk Anda
Perjalanan sejarah penemuan benua Amerika penuh dengan kontroversi, kebingungan, dan kejutan. Dari para pelaut Viking yang berani melintasi Atlantik dengan kapal kayu sederhana, hingga armada besar Tiongkok yang dipercaya menjelajahi dunia jauh sebelum teknologi navigasi modern berkembang. Cerita-cerita itu menunjukkan bahwa sejarah tidak selalu sesederhana yang kita pelajari di sekolah.
Nama Columbus memang melegenda, tetapi tidak bisa dipisahkan dari fakta bahwa Leif Erikson dan bangsanya telah lebih dulu mencapai Amerika. Lalu muncul pula nama-nama besar seperti Cheng Ho dan Vespucci, yang turut memperkaya narasi sejarah Dunia Baru.
Di balik semua ini, satu hal yang pasti, benua Amerika telah dihuni oleh peradaban asli selama ribuan tahun sebelum penjelajah manapun datang. Suku-suku asli seperti Inuit, Maya, Aztec, dan Inca memiliki sejarah panjang dan kebudayaan luar biasa, yang juga patut dihargai sebagai bagian dari kisah “penemuan” benua ini.
Itulah informasi seputar beberapa tokoh penemu pertama benua Amerika yang bisa Anda ketahui. Kini, kita tahu bahwa sejarah bukan hanya milik satu tokoh atau satu bangsa. Bukti terbaru menunjukkan bahwa bangsa Viking adalah penemu pertama benua Amerika dari dunia luar pada tahun 1021, jauh sebelum Columbus berlayar dari Spanyol.
